Ketahui berikut ini yang dimaksud penyakit gasritis

“dilansir dari laman Halodoc” Gastritis merupakan suatu kondisi dimana ketika lapisan lambung mengalami iritasi, peradangan atau pengikisan. Pada lapisan lambung tersebut terdapat kelenjar yang fungsinya untuk menghasilkan asam lambung dan juga enzim pencernaan. Lapisan lambung dilindungi oleh lendir yang tebal sehingga tidak terjadi iritasi pada lapisan tersebut. Saat lendir tersebut diketahui hilang, maka iritasi dapat terjadi pada lambung. Penyakit gastritis terbagi menjadi akut dan kronis. Dalam kondisi gastritis akut, iritasi akan muncul tiba-tiba. Umumnya, akan muncul nyeri ulu hati yang parah walau hanya sementara sebagai gejala yang ditimbulkan. Dalam pembagian tersebut, berdasarkan jangka waktu perkembangan gejalanya. Yang pertama adalah gastritis akut (berkembang secara cepat dan tiba-tiba) dan yang kedua adalah kronis (perkembangannya secara perlahan). Istilah gastritis juga dikenal sebagai iritasi lambung atau radang lambung yang bisa muncul secara tiba-tiba dan dalam waktu yang relatif lama. Meskipun gejala gastritis mirip maag, tetapi gastritis berbeda dengan penyakit tersebut. Penyakit tersebut ternyata dapat menyebabkan gastritis erosif, atau terjadinya pengikisan lambung. Pengikisan tersebut bisa menyebabkan luka dan pendarahan pada lambung. Meskipun kondisi tersebut terbilang jauh lebih jarang dibandingkan dengan gastritis erosif. Pada penyakit gastritis kronis, iritasi di lambung berlangsung lambat tetapi akan terjadi dalam kurun waktu yang relatif lebih lama. Nyeri yang disebabkan dari iritasi lambung yang kronis ini tidak separah dibandingkan dengan gastritis akut tetapi akan terjadi pada waktu yang lama. Iritasi ini dapat mengubah struktur lapisan lambung dan mempunyai risiko menjadi kanker. Dalam penyakit tersebut adapun beberapa faktor risiko yang ternyata dapat meningkatkan peluang seseorang untuk mengalaminya. Berikut ini diantaranya:

  • Penggunaan narkoba dan zat-zat berbahaya lainnya.
  • Merokok
  • Konsumsi makanan asam dan pedas berlebihan
  • Konsumsi alkohol berlebihan dan dalam jangka panjang.
  • Konsumsi makanan dengan kadar pengawet dan garam yang tinggi berlebihan.
  • Konsumsi makanan berlemak dan berminyak berlebihan.
  • Kondisi medis tertentu yang bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun.
READ  Fisura Ani Adalah Penyakit Anus. Apa Saja Gejala dan Penyebabnya

Sebelum kita lakukan diagnosis pada penyakit gastritis akut, biasanya dokter akan menanyakan beberapa riwayat kesehatan yang kita alami secara rinci. Dokter juga akan menanyakan beberpa gejala yang terjadi pada pencernaan. apa saja yang kita alami dan mengacu pada penyakit tersebut. beberapa tes yang harus dilakukan seperti:

  • Tes feses untuk memeriksa darah di feses Anda
  • Pemeriksaan endoskopi untuk melihat lapisan perut Anda dengan kamera kecil
  • Biopsi lambung untuk menganalisis sampel jaringan lambung.
  • Tes darah lengkap (Complete Blood Count) untuk memeriksa kesehatan Anda secara keseluruhan
  • Tes napas atau air liur untuk memeriksa adanya bakteri H. pylori

Dalam permasalahan tersebut, kita tidak perlu khawatir. Walaupun beberapa perawatan rumahan saja tidak cukup untuk mengobati penyakit gastritis akut, berikut beberapa obat yang biasa dokterrekomendasikan untuk sipenderita:

  • Obat penghambat pompa proton (PPI)
READ  Amebiasis Adalah Infeksi Usus

Obat PPI seperti omeprazole dan esomeprazole dapat menghambat produksi asam lambung. Obat ini hanya boleh diminum setiap 24 jam sekali dan tidak lebih dari 14 hari.

  • Obat antibiotik

Antibiotik mungkin diperlukan jika gastritis akut Anda disebabkan oleh bakteri H. pylori. Antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi H. pylori termasuk amoxicillin, tetrasiklin (tidak boleh untuk anak di bawah 12 tahun), dan clarithromycin.

  • Obat antibiotik dapat digunakan bersamaan dengan obat jenis penghambat pompa proton, antasida, atau antihistamin H2. Pengobatan gastritis akut dengan antibiotik biasanya berlangsung antara 10 hari sampai empat minggu. Jangan berhenti minum obat ini tanpa konsultasi dengan dokter Anda.
  • Obat antasida
READ  Yuk Cari Tahu Cara Mengatasi Gangguan Makan

Antasida berfungsi menetralkan asam lambung. Obat ini dapat digunakan selama Anda mengalami gastritis, dengan dosis yang dianjurkan dokter atau mengikuti petunjuk dalam kemasan obat.

  • Obat penurun asam lambung

Obat penurun asam lambung (anthistamin H2) seperti famotidine dan cimetidine dapat dikonsumsi antara 10-60 menit sebelum makan.[1]

Sumber: Doktersehat.com

[1] Sumber referensi Hellosehat.com